Sunday, January 02, 2022

2022 pembenahan diri

2022 pembenahan diri

perjalanan waktu begitu cepat tampa aku sadari hari menjelang hari, minggu menjelang minggu, bahkan bulan menjelang bulan hingga sampailah pada akhir perjalanan tahun 2021, tahun yang begitu banyak cobaan, tantangan bahkan perjalanan menuju "SUKSES" banyak kegiatan yang saya lakukan terutama di bidang kemahasiswaan terkhususnya  keilmuan saya yaitu teknik sipil, sebagai seorang mahasiswa yang di kenal dengan agen pembawa perubahan seharusnya aku harus berada di poros intelektual tetapi melihat perjalanan akhir akhir ini, nyatanya banyak waktu yang begitu sia sia ketika di pikirkan, hilang semudah itu tampa dengan feedback positif yang dapat membangun diri (karakter), banyak pembelajaran harus menjadi evaluasi tekhususnya manajemen waktu yang belum mampu aku maksimalkan, melihat situasi itu kata "menyerah" bukan solusi terakhir tetapi sebagai mahasiwa pantang menyerah semangat yang tinggi adalah akhir dari jiwa seorang mahasiswa.
menjelang tahun 2022 pembenahan diri, evaluasi diri adalah tugas pertama yang harus aku selesaikan, memuali dari awal menjadikan kesalahan sebagai evalusi menuju sukses kemudian hari.
PIKIRKAN 
AKTUALISASIAKAN 


Friday, July 30, 2021

5 cara agar mahasiswa lebih produktif dalam menjalankan kehidupan sehari hari



 1. Coba bangun lebih pagi

Siswa atau mahasiswa yang juga masih ikut pembelajaran daring, cobalah bangun lebih pagi untuk mempersiapkan diri dan memulai hari lebih semangat dan efektif.

2. Coba tulis target belajar

Cara selanjutnya ialah menulis rencana target belajarmu. Bisa harian, mingguan, atau bulanan. Jadi, kalian tahu apa yang harus dicapai dalam jangka waktu tertentu.

3. Cari waktu yang tepat

Cobalah untuk mencari waktu belajar yang paling sesuai dengan kalian. Usahakan di waktu tersebut, kalian maksimal dan konsisten dalam belajar.

4. Jangan bermain gawai dulu

Jauhkan benda atau hal yang bisa mengalihkan perhatian belajar kalian. Contohnya tidak bermain gawai pada saat belajar.

Hal ini penting, karena gawai menjadi godaan bagi siapa saja. Apalagi jika ada notifikasi masuk tentu akan membuat orang untuk segera melihat/mengeceknya.

5. Jangan tunda target

Jangan biasakan menunda target, kerjakan semua yang sudah ditentukan. Karena jika malas, nanti justru akan tertinggal dan tidak dikerjakan.

Tuesday, February 02, 2021

APA ITU MAHASISWA?


Pengertian Mahasiswa

Mahasiswa merupakan sebutan untuk seseorang yang sedang menempuh atau menjalani pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi seperti sekolah tinggi, akademi, dan yang paling umum ialah universitas. Sejarahnya, mahasiswa dari berbagai negara memiliki peran yang cukup penting dalam sejarah suatu negara. Misalnya ratusan mahasiswa berhasil mendesak Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya sebagai Presiden, di Indonesia pada Mei 1998.


Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi baik di universitas, institut atau akademi. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat disebut sebagai mahasiswa. Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit itu. Terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi hanyalah syarat administratif menjadi mahasiswa, tetapi menjadi mahasiswa mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar masalah administratif itu sendiri. kemahasiswaan, berasal dari sub kata mahasiswa. sedangkan mahasiswa terbagi lagi menjadi dua suku kata yaitu maha dan siswa.


maha artinya “ter” dan siswa artinya “pelajar” jadi secara pengartian mahasiswa artinya terpelajar. maksudnya bahwa seorang mahasiswa tidak hanya mempelajari bidang yang ia pelajari tapi juga mengaplikasikan serta mampu menginovasi dan berkreatifitas tinggi dalam bidang tersebut. Menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan. Betapa tidak, ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar. Mahasiswa adalah Seorang agen pembawa perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh suatu masyarakat bangsa di berbagai belahan dunia.



Menurut Para Ahli

  • Menurut GUARDIAN OF VALUE
    Anda yang sudah dikatakan sebagai pelajar tingkat tinggi memiliki peran sebagai penjaga nilai-nilai masyarakat yang kebenarannya mutlak, yakni menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, gotong royong, integritas, empati dan sifat yang dibutuhkan dalam kehidupan dalam masyarakat lainnya. Selain itu juga, dituntut pula untuk mampu berpikir secara ilmiah tentang nilai-nilai yang mereka jaga. Bukan hanya itu saja, Anda juga sebagai pembawa, penyampai, dan penyebar nilai-nilai serta ilmu-ilmu yang telahmereka pelajari.


  • Menurut AGENT OF CHANGE
    Mahasiswa juga bertindak sebagai penggerak yang mengajak seluruh masyarakat untuk dapat bergerak dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi, dengan pertimbangan berbagai ilmu, gagasan, serta pengetahuan yang mereka miliki. Bukan waktunnya lagi sebagai mahasiswa hanya diam dan juga tidak peduli dengan permasalahan banggsa dan juga negarannya, karena dipundak merekalah (mahasiswa) titik kebangkitan suatu negara atau bangsa diletakan.


  • Menurut MORAL FORCE
    Mahasiswa memiliki tingkat pendidikan yang paling tinggi, sehingga ‘diwajibkan’ untuk mereka memiliki moral yang baik pula. Tingkat intelektual seorang mahasiswa akan disejajarkan dengan tingkat moralitasnya dalam kehidupannya. Hail ini yang menyebabkan mengapa mahasiswa dijadikan kekuatan dari moral bangsa yang diharapkan mampu menjadi contoh dan juga penggerak perbaikan moral pada masyarakat.


  • Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
    Mahasiswa adalah seseorang yang belajar di perguruan tinggi, di dalam struktur pendidikan di Indonesia mahasiswa memegang status pendidikan tertinggi diantara yang lain.
  • Menurut Sarwono
    Mahasiswa adalah setiap orang yang secara terdaftar untuk mengikuti pelajaran disebuah perguruan tinggi dengan batasan umur sekitar 18 – 30 tahun. Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperolehstatusnya, karena adanya ikatan dengan suatu perguruan tinggi.
  • Menurut Knopfemacher
    Mahasiswa adalah seseorang calon sarjana yang dalam keterlibatannya dengan perguruan tinggi yang didik dan diharapkan untuk menjadi calon-calon yang intelektual.

Peran dan Fungsi Mahasiswa

Sebagai mahasiswa berbagai macam lebel pun disandang, ada beberapa macam label yang melekat pada diri mahasiswa, misalnya:

  1. Direct Of Change, mahasiswa bisa melakukan perubahan langsung karena SDMnya yg banyak
  2. Agent Of Change, mahasiswa agent perbahan,maksudnya sdm2 untuk melakukan perubahan
  3. Iron Stock, sumber daya manusia dari mahasiswa itu ga akan pernah habis.
  4. Moral Force, mahasiswa itu kumpulan orang yg memiliki moral yg baik.
  5. Social Control, mahasiswa itu pengontrol kehidupan sosial,cntoh mengontrol kehidupan sosial yg dilakukan masyarakat.

Namun secara garis besar, setidaknya ada 3 peran dan fungsi yang sangat penting bagi mahasiwa, yaitu :

  • Pertama, peranan moral, dunia kampus merupakan dunia di mana setiap mahasiswa dengan bebas memilih kehidupan yang mereka mau. Disinilah dituntut suatu tanggung jawab moral terhadap diri masing-masing sebagai indidu untuk dapat menjalankan kehidupan yang bertanggung jawab dan sesuai dengan moral yang hidup dalam masyarakat.
  • Kedua, adalah peranan sosial. Selain tanggung jawab individu, mahasiswa juga memiliki peranan sosial, yaitu bahwa keberadaan dan segala perbuatannya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tetapi juga harus membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
  • Ketiga, adalah peranan intelektual. Mahasiswa sebagai orang yang disebut-sebut sebagai insan intelek haruslah dapat mewujudkan status tersebut dalam ranah kehidupan nyata. Dalam arti menyadari betul bahwa fungsi dasar mahasiswa adalah bergelut dengan ilmu pengetahuan dan memberikan perubahan yang lebih baik dengan intelektualitas yang ia miliki selama menjalani pendidikan.
  • Mahasiswa mempunyai peran istimewa yang telah dikelompokkan dalam tiga fungsi, yakni :
  • SEBAGAI SOCIAL CONTROL
    Mahasiswa dengan pendidikannya sehingga memiliki kemampuan intelektual, kepekaan sisoal serta sikap kritisnya, kelak diharapkan mahasiswa mampu menjadi pengontrol sebuah kehidupan sosial dalam masyarakat dengan cara memberikan saran, kritik dan juga solusi untuk permasalahan sosial masyarakat maupun permasalahan bangsa. Peran mahasiswa sebagai social control terjadi saat ada hal yang tidak beres maupun ganjil dalam masyrakat. Mahasiswa sudah seharusnya memberontak terhadap kebusukan-kebusukan yang terjadi dalam birokrasi yang selama ini dianggap lasim. Kemudian jika mahasiswa acuh dan juga tidak peduli dengan lingkungannya, maka sudah tidak ada lagi harapan yang lebih baik untuk kehidupan bangsa nantinnya Mahasiswa memang sudah seharusnya menumbuhkan jiwa kepedulian socialnya, dimana mahasiswa harus peduli terhadap masyrakat sebab mahasiswa adalah bagian dari masyarakat. Kepedulian tersebut bukan hanya diwujudkan dalam bentuk demo ataupun turun kejalan saja, tetapi dengan pemikiran-pemikiran cemerlangnya, diskusi-diskusi, atau memberikan bantuan moril dan juga materil kepada masyarakat serta bangsa.


  • SEBAGAI AGENT OF CHANGE :
    Pelajar tingkat tinggi juga sebagai agen perubahan. yakni bertindak bukan ibarat pahlawan yang datang ke sebuah negeri kemudian dengan gagahnya mengusir para penjahat serta dengan gagah sang pahlawan pergi dari daerah tersebut diiringi tepuk tangan oleh penduduk setempat. Dalam artian ini mahasiswa tidak hanya menjadi penggagas perubahan, tetapi sebagai objek atau pelaku dalam perubahan tersebut. Sikap kritis yang positif harus dimiliki dan sering dapat membuat sebuah perubahan besar dan juga membuat para pemimpin yang tidak berkompeten menjadi gerah serta cemas. Banyak pembodohan serta ketidakadilan yang telah dilakukan oleh pemimpin bangsa ini. Sudah seharusnya Anda berpikir untuk mengembalikan dan juga mengubah keadaan tersebut. Perubahan yang dimaksud yakni perubahan kearah yang positif serta tidak menghilangkan jati dirinya sebagai mahasiswa dan juga Bangsa Indonesia.


  • SEBAGAI IRON STOCK :
    Pelajar tingkat tinggi juga memiliki peran sebagai generasi penerus bangsa sangat diharapkan mempunyai kemampuan, ketrampilan, serta akhlak mulia untuk dapat menjadi calon pemimpin yang siap pakai. Anda itu merupakan sebuah asset, cadangan, dan juga harapan bangsa untuk masa depan. Kamu bukan hanya sebagai kaum akademisi intelektual yangg hanya duduk serta mendengarkan dosen dalam ruangan perkuliahan saja. Kamu harus memperkaya dirinnya dengan pengetahuan yang lebih baik juga dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan. Mahasiswa sebagai iron stock yakni merupakan seorang calon pemimpin bangsa masa depan yang kelak akan menggantikan generasi yang telah ada, jadi tidak cukup jika hanya dengan memupuk ilmu yang spesifik saja. Perlu pula adanya soft skill seperti leadership, kemampuan memposisikan diri, serta sensitivitas yang tinggi. Nah, demikian ulasan tentang pengertian, peran dan fungsi mahasiswa menurut beberapa ahli. Semoga informasi tersebut bisa menambah wawasan Anda, khususnya buat Anda para mahasiswa.

Jenis dan Macam mahasiswa

  1. Mahasiswa kupu-kupu Kupu-kupu? Alias kuliah pulang-kuliah pulang, mahasiswa tipe ini paling males banget ikut yang namanya organisasi dalam hatinya tidak tersentuh cahaya aktivis, prinsipnya adalah kuliah untuk belajar dan terus belajar dengan moto hidup: tiada hari tanpa belajar. Kebiasaan datang paling awal (buka gerbang mungkin gan!) atau duduk paling depan biar kelihatan. Mahasiswa jenis ini paling sering dijumpai, bersifat pasif di kampus akan pergerakan-pergerakan dan paling cinta banget dengan IPK, pokoknya dipertahanin banget jangan sampai dapet nilai B, bahkan parahnya sering membuat status dengan kalimat akhir

  2. Mahasiswa kura-kura Yang satu ini hampir 180 derajat kebalikan dari yang pertama tadi, tiada hari tanpa organisasi alias kuliah rapat-kuliah rapat, intinya organisasi nomer satu dihati dengan moto hidup “banyak organisasi banyak rezeki” jarang perhatian dengan tugas yang menumpuk karena lebih sering menyusun laporan kegiatan. Banyak organisasi yang diikuti bahkan ikut beberapa UKM juga dengan alasan belajar gak cuma sama dosen. Mahasiswa jenis ini kebanyakan walau jarang belajar namun IPK mereka tergolong tinggi, karena aktif dikelas dengan segudang pertanyaan yang diajukan kepada dosen maupun pada temennya saat presentasi, banyak omongnya sampai gak nyambung di sambung-sambungin.

  3. Mahasiswa kunang-kunang Nah loh! Jangan lewatkan yang satu ini, hidupnya pulang tak di antar datang tak dijemput, alias ngilang mulu dikit-dikit kantin dengan kebiasaan kuliah nangkring-kuliah nangkring, tipe ini kebiasaan datang terlambat dan cuek banget sama dosen, gak ngrasa salah udah telat, maklum kerjaan nya tiap malem begadang di perempatan dengan segelas kopi, jadinya gitu deh! Bangun kesiangan. Selain itu mahasiswa jenis ini sering mengabaikan tugas, dengan mengandalkan temannya untuk di contek, gak bener gak papa deh penting ngumpulkan tugas daripada gak ngumpulin!! Bener banget gan prinsipnya!! Menjalani kuliah santai baget dengan moto hidup “jalani hidup seperti air mengalir” di buat selow wae gan.

  4. Mahasiswa kubis Nah yang satu ini kebayakan anak ekonomi gan, perhitungan banget, kalau kuliah bisa depet uang kenapa enggak! Alias kuliah bisnis, berangkat ke kampus bawa makanan buat di jual, kebanyakan kerajang makanannya ditaruh di gazebo atau tempat lain dan di ambil ketika pulang. Bahkan di kelas pun sistem untung-rugi gan! Ada yang titip foto copy gak? Beli buku? Dan kebutuhan sehari-hari lainya. Seperti perusahaan jasa gitu deh. Mahasiswa tipe ini kamu harus hati-hati gan saat ingin ketemu teman lama pasti ada maksud tertentu, modus lah istilahnya, dengan menawarkan produk MLM-nya dan lebih parah lagi status FB nya MLM semua gan! Dengan moto hidup ”kuliah kerja nyata” emang sih kuliah kebanyakan cuma teori doang.

  5. Mahasiswa kuda-kuda Tipe ini aktivis banget, karena mereka tahu apapun pekerjaan maupun kesibukan tugas sebagai pendakwah adalah kewajiban dengan istilah mahasiswa kuliah dakwah-kuliah dakwah. Nah sobat! Perlu di contoh nihh meski keberadaannya tergolong jarang di kampus namun sikap optimis mereka tak pernah lekang oleh waktu. mengemban amanah sebagai ujung tombak perubahan, untuk menyongsong kebangkitan islam akhir zaman. Pergerakan mereka biasanya dalam naungan BKLDK/FS LDK. Mahasiswa tipe ini istiqomah banget gan! Berangkat ke kampus langsung menuju masjid, pulang dari kampus masjid lagi. Bahkan banyak diantaranya sampai tinggal di masjid, hatinya udah terikat dengan masjid gan!. Dengan moto hidup “saya seorang pendakwah yang kebetulan jadi mahasiswa”

Ciri-ciri Mahasiswa

  1. berusaha sukses dalam akademika 
  2. aktif dalam organisasi, organda dan olahraga 
  3. romantisme dalam dunia asmara

RAKUSIR adalah ciri khas yang harus ada pada mahasiswa yang singkatan dari RASIONAL, ANALISIS, KRITIS, UNIVERSAL, SISTEMATIS. berikut uraiannya:

  • RASIONAL, menurut pikiran dan pertimbangan yang logis dan masuk akal
  • ANALISIS,analisa atau analisis adalah kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa tersebut secara mendalam. Sedangkan pada kegiatan laboratorium, kata analisa atau analisis dapat juga berarti kegiatan yang dilakukan di laboratorium untuk memeriksa kandungan suatu zat dalam cuplikan. Namun, dalam perkembangannya, penggunaan kata analisa atau analisis mendapat sorotan dari kalangan akademisis, terutama kalangan ahli bahasa. Penggunaan yang seharusnya adalah kata analisis. hal ini dikarenakan kata analisis merupakan kata serapan dari bahasa asing (inggris) yaitu analisys. Dari akhiran -isys bila diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi -isis. Jadi sudah seharusnya bagi kita untuk meluruskan penggunaan setiap bahasa agar tercipta praktik kebahasaan yang baik dan benar demi tatanan bangsa Indoesia yang semakin baik.

  • KRITIS, adalah sebuah aliran pemikiran yang menekankan penilaian reflektif dan kritik dari masyarakat dan budaya dengan menerapkan pengetahuan dari ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Sebagai istilah, teori kritis memiliki dua makna dengan asal-usul dan sejarah yang berbeda: pertama berasal dari sosiologi dan yang kedua berasal dari kritik sastra, dimana digunakan dan diterapkan sebagai istilah umum yang dapat menggambarkan teori yang didasarkan atas kritik; dengan demikian, teori Max Horkheimer menggambarkan teori kritis adalah, sejauh berusaha “untuk membebaskan manusia dari keadaan yang memperbudak mereka.

  • UNIVERSAL, Universal artinya umum. Sebagai contoh, konsep kemanusiaan adalah konsep yang dipercaya berlaku universal, sebab konsep ini dipercaya dimiliki oleh setiap manusia tanpa membedakan apakah manusia tersebut berkulit hitam, berkulit putih, baragama Islam atau beragama Kristen, apakah ia orang Tionghoa atau orang Amerika. Lawan kata dari universal bisa khusus, bisa pula diskriminatif, dan sebagainya, tergantung pada konteks kalimat yang memuat kata universal.

  • SISTEMATIS, Sistematis adalah segala usaha untuk meguraikan dan merumuskan sesuatu dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut obyeknya [1] Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.
  • INOVATIF, mampu menciptakan sesuatu yang baru serta bermanfaat.
  • REVOLUSIONER, mampu mengubah keadaan dan situasi yang lebih baik lagi.

Thursday, October 29, 2020

MENGAPA HARUS BER ORGANISASI DI KAMPUS, KAMU HARUS TAU

Pengertian Organisasi Manfaat dan Fungsi Berorganisasi

Untuk mendapatkan ilmu yang lebih sebaiknya bergabung dengan beberapa organisasi terkait. Namun dalam pemilihan organisasi sebaiknya memilih organisasi yang sesuai. Karena pengertian organisasi adalah sekelompok orang yang akan mencapai tujuan bersama kelompok tersebut. Di mana kelompok ini memiliki tujuan tertentu untuk dicapai.

Apa yang Dimaksud Dengan Organisasi ?

Pengertian organisasi dapat diartikan sebagai dua atau lebih orang yang berada di dalam satu wadah yang sama dan memiliki satu tujuan. Tujuan tersebut nantinya akan dicapai bersama dengan anggota dari organisasi tersebut melalui kerjasama dari pihak yang bersangkutan. Perlu pula diketahui bahwa di dalam organisasi dapat ditemukan berbagai ilmu.

Ilmu yang dimaksud tersebut adalah ilmu yang tidak bisa didapatkan di tempat umum seperti bangku sekolah. Setiap organisasi juga tentunya memiliki susunan atau struktur yang dimulai dari jabatan seorang ketua organisasi. Kemudian akan diikuti dengan wakil, sekretaris, bendahara, dan berbagai bidang lainnya sesuai dengan kebutuhan dari organisasi tersebut.

Manfaat Dari Organisasi

Setelah mengetahui pengertian organisasi yang dipaparkan di atas, maka selanjutnya ada manfaat dari organisasi tersebut. Karena setiap hal tentu memiliki manfaat yang akan diberikan. Di mana manfaat tersebut pada dasarnya memiliki dampak yang bersifat positif sehingga tidak merugikan. Berikut ini merupakan paparan mengenai manfaat dari organisasi.

1. Meningkatkan Kemampuan Dalam Berkomunikasi

Komunikasi merupakan suatu hal yang harus dilakukan dengan cara yang sopan apalagi jika berbicara di depan umum. Maka dari itu, selain sopan juga perlu keberanian dalam menyampaikan aspirasi tersebut di depan umum. Karena memang pada dasarnya setiap masuk dalam organisasi tentu harus menyampaikan beberapa pendapat. Dari hal tersebut secara tidak langsung bisa melatih seseorang dalam berkomunikasi.

2. Dapat Mencapai Tujuan

Seperti yang dibahas mengenai pengertian organisasi yang tentunya memiliki tujuan yang akan dicapai. Sehingga manfaat dari organisasi tersebut adalah untuk mencapai tujuan dengan mudah bersama dengan para anggota. Karena setiap tujuan tentunya akan dibagi dengan anggota lainnya. Selain itu, tujuan dari organisasi tersebut juga harus memiliki susunan yang sistematis.

3. Menjadi Motivasi Dalam Membangkitkan Jiwa Pemimpin

Dalam organisasi tentu setiap anggota akan bersaing untuk menjadi seorang ketua atau pemimpin dari organisasi tersebut. Maka dari itu, organisasi bisa memberikan manfaat dalam membangkitkan jiwa pemimpin. Namun untuk menjadi pemimpin dalam sebuah organisasi harus mementingkan masalah organisasi dibandingkan dengan masalah individu.

4. Mampu Memecahkan Masalah yang Ada

Masalah dalam setiap organisasi memang biasanya terjadi dalam waktu yang tidak ditentukan. Baik masalah tersebut bersifat kecil maupun besar yang disebabkan dari berbagai hal. Seperti disebabkan karena memiliki perbedaan pendapat dari anggota. Maka dari itu, permasalahan yang timbul tersebut harus diselesaikan dengan menunjukkan sikap yang lebih kompleks dan majemuk.

5. Memperluas Wawasan yang Dimiliki

Wawasan merupakan sebuah pengetahuan yang didapatkan dari mana saja dan kapan pun. Salah satunya dengan masuk dalam sebuah organisasi untuk memperluas wawasan tersebut. Di mana wawasan ini di dapatkan dengan mengikuti seminar, diskusi, dan agenda lain yang ada di dalam organisasi. Sehingga hal tersebut bisa memberikan pengetahuan baru untuk memperluas wawasan.

6. Memperluas Pergaulan dan Mengatur Waktu

Dalam organisasi memang terbagi dari beberapa orang yang berasal dari berbagai kalangan yang berbeda. Sehingga hal tersebut menyebabkan setiap anggota organisasi bisa memperluas pergaulan yang ada. Selain itu, bisa juga melatih kedisiplinan dalam mengatur waktu yang dimiliki. Karena memang kegiatan yang dimiliki bukan hanya organisasi saja tetapi memiliki aktivitas lain.

7. Memiliki Rasa Tanggung Jawab Yang Tinggi

Manfaat lainnya adalah setiap anggota organisasi memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Di mana tanggung jawab yang dimaksud adalah bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi amanah. Seperti bertanggung jawab terhadap amanah pada saat menjabat sebagai pemimpin atau ketua dari organisasi. Sehingga seorang pemimpin ini harus melaksanakan hal tersebut dengan baik.

8. Memiliki Mental Yang Kuat Pada Saat Menghadapi Tekanan

Mental yang kuat memang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum masuk atau bergabung dalam sebuah organisasi. Karena memang pada dasarnya ada tekanan yang muncul dari pihak lain untuk bersikap tegas dan tahan banting. Selain itu, anggota organisasi akan digembleng sehingga terbiasa untuk menghadapi tekanan tersebut. Oleh karena itu, kepribadian seseorang akan menjadi lebih percaya diri dan disiplin.

pengertian organisasi 2

Fungsi yang Didapatkan Dalam Berorganisasi

Selain pengertian organisasi dan manfaat dari organisasi tersebut, ada pula fungsi organisasi yang harus diketahui. Sama halnya dengan manfaat organisasi, fungsi organisasi juga memiliki dampak yang bersifat positif bagi para pelakunya. Berikut ini merupakan paparan mengenai fungsi yang didapatkan dalam berorganisasi.

1. Memberikan Arahan

Dalam memberikan arahan yang dimaksud adalah organisasi bisa mengajarkan seseorang mengenai apa yang baik dan yang buruk. Dalam hal ini organisasi akan memberitahukan mengenai apa yang baik dilakukan dan apa yang buruk sehingga tidak bisa dilakukan. Selain itu, mengenai arahan tersebut adalah dapat juga dilihat dari pembagian kerja yang diberikan untuk setiap anggota.

2. Meningkatkan Skill

Selanjutnya dengan berorganisasi adalah dapat meningkatkan skill yang dimiliki oleh setiap anggota, dimana skill yang dimaksud adalah seperti untuk menjadi seorang pemimpin dan berbicara di depan umum.

Hal tersebut bisa didapatkan ketika masuk dalam sebuah organisasi, karena Anda akan memiliki motivasi untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki tersebut. Oleh Karena itu, cara berbicara di depan umum tidak gugup.

3. Mendapatkan Pengalaman Baru

Pengalaman yang didapatkan dari organisasi tentu saja tidak bisa didapatkan dari kegiatan lainnya. Karena kegiatan yang dilakukan dalam sebuah organisasi merupakan suatu pelajaran yang sangat berharga. Di mana pengalaman baru yang bisa di dapatkan tersebut seperti membuat laporan dari kegiatan organisasi yang telah dilakukan. Selain itu, bisa pula memiliki pengalaman saat menjadi pemimpin.

4. Mampu Artikulasi dan Agregasi

Dalam fungsi yang satu ini dijadikan sebagai instrumen yang mampu dalam artikulasi dan agregasi sebuah kepentingan umum dan individu. Untuk fungsi yang satu ini bisa didapatkan jika bergabung dengan organisasi yang berbasis internasional. Karena bisa dijadikan sebagai bentuk dari kontak institusionalisme dengan partisipan aktif. Di mana hal yang dimaksud tersebut adalah forum diskusi dan negosiasi.

5. Norma dan Rekrutmen

Fungsi organisasi selanjutnya adalah memberikan kontribusi yang memiliki arti penting untuk berbagai aktivitas yang bersifat normatif. Di mana contoh dari hal tersebut seperti penetapan nilai-nilai tertentu. Selain itu, 5 Bunga Favorit Saat Imlek dan Makna Indah Dibaliknya

6. Memunculkan Semangat Kerjasama

h

Dalam suatu organisasi tentunya setiap individu tidak bisa bekerja sendiri-sendiri melainkan harus bisa bekerjasama dengan anggota organisasi lainnya. Semua aktifitas dan tujuan organisasi tentunya harus dijalankan dengan selaras dan hal inilah yang menuntut kerjasama dari anggotanya. Dengan bekerja sama masalah dan pekerjaan yang harus dilakukan juga bisa diselesaikan dengan lebih cepat dan efisien.

7. Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi

Tidak semua orang bisa berbicara didepan umum dan hal tersebut membutuhkan keberanian. Untuk melatih keberanian berbicara didepan umum dan kemampuan berkomunikasi, organisasi bisa jadi tempat yang cocok karena pastinya didalam berorganisasi seseorang tidak bisa hanya diam saja melainkan harus bisa menyampaikan pendapat dan aspirasinya.

8. Membantu Mengatasi Masalah

Terkadang masalah yang dihadapi oleh masyarakat tidak bisa ditangani oleh hanya satu individu saja tetapi membutuhkan partisipasi dan bantuan dari seluruh lapisan masyarakat. Oleh sebab itu organisasi sangat dibutuhkan untuk menunjang aktifitas masyarakat itu sendiri dan membantu mencari jalan keluar atas masalah yang dihadapi.

9. Membangkitkan Jiwa Kepemimpinan

Setiap pemimpin yang ada dimasyarakat pastinya pernah dan selalu ikut serta dalam organisasi karena organisasi adalah wadah melatih kepemimpinan sejak dini.  Memang untuk mengasah kepemimpinan seseorang dalam berorganisasi ia harus bisa mengedepankan kepentingan umum dibanding kepentingan individu dan sifat inilah yang harus ada dalam setiap jiwa pemimpin yang baik.

10. Memperluas Wawasan Individu

Ada banyak aktifitas yang bisa diikuti saat ikut serta dalam berorganisasi misalnya mengikuti seminar, workshop, diskusi maupun agenda lain yang ada dalam organisasi tersebut. Aktifitas-aktifitas tersebut tentunya akan menambah wawasan seseorang khususnya dalam bidang organisasi yang digeluti.

11. Memperluas Pergaulan

Suatu organisasi pastinya diikuti oleh banyak orang maupun anggota yang berasal dari berbagai profesi maupun  lapisan masyarakat. Dengan mengikuti suatu organisasi seseorang akan lebih mengenal banyak orang dan dapat memperluas pergaulannya. Selain itu kegiatan yang dilakukan bersama-sama saat berorganisasi tentunya akan membuat interaksi diantara anggotanya semakin erat.

12. Melatih Kedisiplinan Dan Time Management

Kamu yang punya masalah dalam mengatur waktu dan kedisiplinan bisa ikut serta dalam sebuah organisasi karena untuk mengikuti suatu organisasi kamu pastinya harus bisa menyesuaikan waktu dan menjalani agenda kegiatan dalam waktu yang sudah ditentukan. Jangan sampai mengikuti organisasi justru membuat agenda aktifitasmu makin kacau dan tak teratur.

13. Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab

Posisi atau jabatan yang diduduki oleh seseorang dalam suatu organisasi menuntut adanya tanggung jawab dan disiplin dari dirinya. Oleh sebab itu mereka yang dibebani tanggung jawab dalam organisasi harus bisa melaksanakannya dengan baik. Hal ini tentunya akan menular pada sisi kehidupan lainnya dari orang tersebut diluar organisasi.

14. Melatih Mental Individu Dalam Menghadapi Tekanan

Tidak jarang dalam memasuki dunia organisasi kita dihadapkan pada masalah dan tekanan dari pihak lain. Dari sinilah kamu atau mereka yang aktif dalam organisasi dituntut untuk memiliki sikap tegas dan tahan banting. Karena kamu terbiasa digembleng menghadapi tekanan dalam organisasi kamu pastinya sudah tidak akan merasa terbebani jika menghadapi tekanan dalam hidupmu sendiri.

15. Membentuk Kepribadian Seseorang

Satu lagi manfaat yang bisa dirasakan dari mengikuti kegiatan organisasi adalah pengaruh dalam pembentukan kepribadian. Secara tidak langsung seseorang yang aktif dalam organisasi punya karakter yang lebih percaya diri, disiplin, bertanggung jawab, ramah, dapat berkomunikasi dengan baik dan lain sebagainya. Jadi jangan ragu untuk ikut organisasi positif yang bisa mendukung perkembangan pribadimu menjadi lebih baik.

Tuesday, October 13, 2020

Mengapa harus berorganisasi ketika mahasiswa? Berikut alasannya

 Jika ada sebuah pertanyaan “apa tujuan kamu saat masuk ke sebuah institut ataupun universitas?” Mungkin jawaban dari setiap orang akan berbeda-beda, namun inti dari jawaban ini kurang lebih sama yaitu apalagi kalau bukan kuliah, menuntut ilmu, lulus, menjadi sarjana, dan membanggakan kedua orang tua. Akan tetapi, masa perkuliahan kamu akan terasa kurang lengkap jika kamu tidak memanfaatkan waktu kosong yang kamu miliki selama masa kuliah untuk mengikuti suatu kegiatan organisasi kampus. Berikut beberapa alasan kenapa kamu sebagai Mahasiswa sebaiknya aktif dalam berorganisasi.

Mahasiswa via http://www.si-pedia.com

Mengapa Mahasiswa Harus Aktif Berorganisasi?

Bagi kamu yang baru masuk tahun pertama perkuliahan, ada baiknya kamu mengetahui lebih dulu 5 alasan mengapa mahasiswa aktif berorganisasi itu perlu.

Meningkatkan soft skill

Apa yang kamu dapatkan di bangku kuliah ternyata baru sebatas hard skill, kemampuan teknis terkait disiplin ilmu yang kamu pelajari. Soft skill bukanlah sesuatu yang diajarkan secara gamblang dalam sistem perkuliahan. Termasuk hal ini adalah keterampilan mengelola diri dan orang lain, seperti manajemen waktu, bekerja dengan target terukur, memimpin sebuah tim, dan bekerja sama dengan orang lain. Segala hal penting dan mendasar tentang hubungan antarmanusia akan terasah jika kamu mengikuti organisasi.

Membangun jaringan

Jika kamu aktif berorganisasi, berarti kamu tengah membangun jaringan untuk masa depanmu sendiri. Di sini kamu berteman dengan siapa saja, dari senior hingga junior, dari teman satu fakultas sampai teman beda fakultas atau beda kampus. Selain itu, topik diskusi kamu pun lebih beragam, bukan hanya soal kuliahmu saja. Pengetahuan kamu juga lebih luas karena kamu bergaul dengan lebih banyak orang yang punya pengalaman berbeda-beda. Dengan jaringan yang semakin luas, lebih banyak kesempatan yang terbuka lebar bagimu di masa depan.

Menyalurkan minat dan bakat sumber: Universitas Esa Unggul

Rutinitas kuliah yang kadang membosankan tentu harus diimbangi dengan penyaluran hobi. Nah, mengikuti UKM sesuai bidang yang kamu sukai bisa menjadi sarana refreshing di tengah padatnya kuliah. Pendidikan dan hobi bisa sejalan kok, asal kamu tahu bagaimana mengatur waktu yang ada. Lagipula, sesekali kamu pun butuh break dari aktivitas harian. Apa yang lebih baik untuk mengisi jeda tersebut selain menyalurkan hobi kamu lewat UKM di kampus?

Menambah pengalaman

Bergabung dengan organisasi mahasiswa berarti kamu siap juga menjadi salah satu pengurusnya. Keaktifan berorganisasi pasti memberikan pengalaman tersendiri bagi kamu. Jatuh bangun menjalankan organisasi, menyelenggarakan berbagai kegiatan, sharing ilmu dengan para junior, menimba pelajaran dari para senior, sampai bagaimana kamu mengatur waktu antara kuliah dan organisasi. Itulah mengapa, saat membuat CV kamu juga perlu mencantumkan pengalaman berorganisasi. Ini menjadi bukti bahwa selain IPK yang baik, kamu juga punya soft skill yang mumpuni.

Mengasah kepekaan sosial

Menjadi mahasiswa aktif berorganisasi, dapat membuatmu lebih peka pada lingkungan sekitar. Bukan, kamu tidak harus ikut demonstrasi atau organisasi garis keras untuk menunjukkan kepedulian sosial pada isu-isu terkini. Justru, organisasi mewadahi kepedulian kamu lewat kegiatan kecil yang diawali dari lingkungan sekitar. Misalnya, UKM yang kamu ikuti menyelenggarakan kegiatan bakti sosial ke panti asuhan, mendampingi anak-anak jalanan di rumah singgah, dan lain-lain. Plus, kamu juga bisa menerapkan pengetahuan yang kamu dapat dari perkuliahan langsung dalam kehidupan nyata.

 

Demikian alasan mengapa mahasiswa aktif berorganisasi itu perlu. Pada akhirnya, keputusan memang tetap di tangan kamu. Namun, kamu punya pilihan untuk mengisi masa muda yang datang hanya sekali ini dengan hal-hal positif. Setuju?



Tuesday, October 06, 2020

MIRIS! Isi Undang-Undang Cipta Kerja terhadap Buruh yang tidak sesuai Cita-Cita Reformasi

                  

 Potret penolakan UU Omnibus Law

Konsep omnibus law yang dikemukakan oleh Presiden Jokowi banyak berkaitan dengan bidang kerja pemerintah di sektor ekonomi.

Secara keseluruhan, ada 11 klaster yang menjadi pembahasan dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja, yaitu:

Penyederhanaan perizinan tanah

Persyaratan investasi

Ketenagakerjaan

Kemudahan dan perlindungan UMKM

Kemudahan berusaha

Dukungan riset dan inovasi

Administrasi pemerintahan

Pengenaan sanksi

Pengendalianlahan

Kemudahan proyek pemerintah

KawasanEkonomi Khusus (KEK)

Berikut pasal-pasal kontroversi :

1. Kontrak tanpa batas (Pasal 59)

UU Cipta Kerja menghapus aturan mengenai jangka waktu perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) atau pekerja kontrak.

Pasal 59 ayat (4) UU Cipta Kerja menyebutkan, ketentuan lebih lanjut mengenai jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaan, jangka waktu dan batas waktu perpanjangan perjanjian kerja waktu tertentu diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Sebelumnya, UU Ketenagakerjaan mengatur PKWT dapat diadakan paling lama dua tahun dan hanya boleh diperpanjang satu kali untuk jangka waktu paling lama satu tahun.

Ketentuan baru ini berpotensi memberikan kekuasaan dan keleluasaan bagi pengusaha untuk mempertahankan status pekerja kontrak tanpa batas.

2. Hari libur dipangkas (Pasal 79)

Hak pekerja mendapatkan hari libur dua hari dalam satu pekan yang sebelumnya diatur dalam UU Ketenagakerjaan, dipangkas.

Pasal 79 ayat (2) huruf (b) mengatur, pekerja wajib diberikan waktu istirahat mingguan satu hari untuk enam hari kerja dalam satu pekan.

Selain itu, Pasal 79 juga menghapus kewajiban perusahaan memberikan istirahat panjang dua bulan bagi pekerja yang telah bekerja selama enam tahun berturut-turut dan berlaku tiap kelipatan masa kerja enam tahun.

Pasal 79 ayat (3) hanya mengatur pemberian cuti tahunan paling sedikit 12 hari kerja setelah pekerja/buruh bekerja selama 12 bulan secara terus-menerus.

Pasal 79 Ayat (4) menyatakan, pelaksanaan cuti tahunan diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Kemudian Pasal 79 ayat (5) menyebut, perusahaan tertentu dapat memberikan istirahat panjang yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

3. Aturan soal pengupahan diganti (Pasal 88)

UU Cipta Kerja mengubah kebijakan terkait pengupahan pekerja.

Pasal 88 Ayat (3) yang tercantum pada dalam Bab Ketenagakerjaan hanya menyebut tujuh kebijakan pengupahan yang sebelumnya ada 11 dalam UU Ketenagakerjaan.

Tujuh kebijakan itu, yakni upah minimum; struktur dan skala upah; upah kerja lembur; upah tidak masuk kerja dan/atau tidak melakukan pekerjaan karena alasan tertentu; bentuk dan cara pembayaran upah; hal-hal yang dapat diperhitungkan dengan upah; dan upah sebagai dasar perhitungan atau pembayaran hak dan kewajiban lainnya.

Beberapa kebijakan terkait pengupahan yang dihilangkan melalui UU Cipta Kerja tersebut, antara lain upah karena menjalankan hak waktu istirahat kerjanya, upah untuk pembayaran pesangon, serta upah untuk perhitungan pajak penghasilan.

Pasal 88 Ayat (4) kemudian menyatakan, "Ketentuan lebih lanjut mengenai kebijakan pengupahan diatur dengan Peraturan Pemerintah".

4. Sanksi tidak bayar upah dihapus (Pasal 91)

Aturan mengenai sanksi bagi pengusaha yang tidak membayarkan upah sesuai ketentuan dihapus lewat UU Cipta Kerja.

Pasal 91 ayat (1) UU Ketenagakerjaan mengatur pengupahan yang ditetapkan atas kesepakatan antara pengusaha dan pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh tidak boleh lebih rendah dari ketentuan pengupahan yang ditetapkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kemudian Pasal 91 ayat (2) menyatakan, dalam hal kesepakatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) lebih rendah atau bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, kesepakatan tersebut batal demi hukum, dan pengusaha wajib membayar upah pekerja/buruh menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain tercantum pada Pasal 91, aturan soal larangan membayarkan besaran upah di bawah ketentuan juga dijelaskan pada Pasal 90 UU Ketenagakerjaan.

Namun dalam UU Cipta Kerja, ketentuan dua pasal di UU Ketenagakerjaan itu dihapuskan seluruhnya.

5. Hak memohon PHK ddiha

UU Cipta Kerja menghapus hak pekerja/ buruh mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja (PHK) jika merasa dirugikan oleh perusahaan.

Pasal 169 ayat (1) UU Ketenagakerjaan menyatakan, pekerja/buruh dapat mengajukan PHK kepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial jika perusahaan, di antaranya menganiaya, menghina secara kasar, atau mengancam.

Pengajuan PHK juga bisa dilakukan jika perusahaan tidak membayar upah tepat waktu selama tiga bulan berturut-turut atau lebih.

Ketentuan itu diikuti ayat (2) yang menyatakan pekerja akan mendapatkan uang pesangon dua kali, uang penghargaan masa kerja satu kali, dan uang penggantian hak sebagaimana diatur dalam Pasal 156.

Namun, Pasal 169 ayat (3) menyebut, jika perusahaan tidak terbukti melakukan perbuatan seperti yang diadukan ke lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial, maka hak tersebut tidak akan didapatkan pekerja.

Pasal 169 ini seluruhnya dihapus dalam UU Cipta Kerja.

Kendari, 7 Oktober 2020



Wednesday, July 01, 2020

pentingnya organisasi bagi mahasiswa

Pentingnya Organisasi Bagi Mahasiswa

APA MANFAAT ORGANISASI?


Organisasi Bagi Mahasiswa

Menjadi seorang mahasiswa bukanlah hal mudah, namun bisa dipermudah jika kita mau untuk menjalaninya dengan baik. Caranya, kita harus menjalankan kewajiban kita sebagai mahasiswa dengan semestinya. Menjadi mahasiswa jangan hanya sebatas mahasiswa biasa. Kita harus mengikuti arus pergaulan kampus, tentunya pergaulan yang memberikan dampak positif bagi perkuliahan kita.

Di kampus, kita harus bisa membiasakan diri untuk menunjukkan rasa sosial yang tinggi. Itu semua bisa diwujudkan dengan bergabung dengan organisasi-organisasi yang ada di kampus. Disana kita bisa menunjukkan bahwa kita mampu memberikan dampak yang baik di lingkungan kampus. Kita harusnya bisa menjadi contoh bagi rekan-rekan kita yang lain maupun junior yang akan bergabung nantinya.

Organisasi merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dengan mahasiswa yang menimba ilmu di kampus. Organisasi sebetulnya sangat penting untuk kebaikan kita sebagai mahasiswa, namun kesadaran berorganisasi itu sangat minim dewasa ini. Sudah semakin berkurang tampaknya mahasiswa yang berminat untuk bergabung dengan organisasi-organisasi yang ada di kampus. Padahal, dengan berorganisasi kita mampu menemukan jati diri kita sesungguhnya sebagai kaum intelektual. Tidak hanya sekedar duduk dan mendengarkan dosen memberi perkuliahan, tetapi kita juga bisa merasakan kepuasan menjadi seorang pemimpin pada sebuah organisasi.

Dalam berorganisasi, kita bisa mengenal dunia kampus lebih luas. Misalnya, kita adalah seorang mahasiswa yang tidak terbiasa dengan pidato ataupun sering gugup ketika berbicara di depan orang ramai, dengan berorganisasi kita akan dibina untuk hal itu. Setidaknya, keluar dari organisasi tersebut kita mampu untuk berbicara secara terbuka di depan orang banyak.

Aspek utama yang harus kita miliki dalam berorganisasi yaitu mental. Jika kita sudah punya mental untuk berlabuh pada sebuah organisasi, maka akan mudah bagi kita untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Setelah itu barulah kita melaksanakan pembinaan dalam organisasi tersebut dengan baik. Berbeda dengan orang yang tidak pernah berorganisasi, jangankan untuk berbicara di depan orang ramai, berdiskusi dengan ruang lingkup yang kecilpun tidak sanggup rasanya untuk berpendapat.

Betapa pentingnya organisasi tidak mampu kita ukur secara formal, namun bisa kita rasakan dengan perasaan. Dahulunya kita hanyalah seorang yang pendiam dan jarang bergaul, setelah mencoba untuk berorganisasi maka kita bisa untuk mengeluarkan pendapat dan berbicara dengan tenang. Kita tidak lagi merasakan gugup atau gemetar melihat kumpulan orang yang akan mendengar apa yang akan kita ucapkan.

Penulis sendiri dahulunya tidak memiliki skill untuk berbicara sedikitpun. Namun, setelah merasakan hidup berorganisasi, maka terasa sangat membantu disaat perkuliahan. Biasanya penulis hanya duduk-duduk dan mengobrol di belakang, namun setelah berorganisasi penulis lebih tertarik untuk duduk di bagian depan dan bertanya jawab dengan dosen bersama teman-teman lainnya. Itulah kira-kira gambaran yang mungkin bisa memotivasi mahasiswa di lingkungan kita ini memanfaatkan organisasi agar mampu menemukan jati dirinya sebagai mahasiswa.

Seorang mahasiswa akan mengarungi perjalanan panjang untuk meraih mimpinya sebagai seorang sarjana, kemudian mendapatkan pekerjaan yang layak tentunya. Begitulah kira-kira keinginan semua mahasiswa yang berjuang keras melewati perjalanan panjangnya selama duduk di bangku perguruan tinggi. Perjalanan panjang itu tidak boleh disia-siakan, karena kita harus bisa memanfaatkan segala hal yang baik untuk memberi hasil positif bagi diri kita sendiri. Akan lebih baik jika kita juga mampu memberikan dampak positif bagi orang lain.

Bagi mahasiswa yang belum menemukan jati dirinya sebagai seorang mahasiswa, maka berusahalah untuk bergabung dengan organisasi yang ada di kampus. Semua itu akan berguna untuk kelangsungan perkuliahan dan mampu menjalin persahabatan antara sesame mahasiswa di kampus. Janganlah menjadi mahasiswa seperti batu yang terselip dalam pondasi, yang hanya bertahan pada satu tempat berdiam. Sama halnya dengan mahasiswa yang hanya duduk di bangku kuliah tanpa memberikan umpan balik dalam perkuliahan.

Mungkin kita pernah mendengar istilah “mahasiswa kupu-kupu” yang artinya mahasiswa tersebut hanya datang untuk perkuliahan semata. Sementara untuk informasi lainnya yang ada di kampus tidak ia hiraukan jika tidak ada sangkut pautnya dengan mata kuliah. Sebaiknya, kita jangan mencontoh mahasiswa yang demikian. Hendaknya kita bisa menjadi mahasiswa sejati dan mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan kita dengan berorganisasi di kampus.

 

MENAKAR PENTINGNYA ORGANISASI MAHASISWA

Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi Sedangkan organisasi mahasiswa yaitu organisasi yang berisikan mahasiswa1. Kemudian organisasi mahasiswa dibedakan menjadi 2 yaitu internal dan eksternal kampus. Organisasi kemahasiswaan intra perguruan tinggi adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetatman, teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan tarap kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Artinya dengan definisi tersebut kita memahami betapa besarnya tanggung jawab dari organisasi mahasiswa yang secara perlahan harus kita penuhi sebagai beban moral dalam memperjuangan apa yang digariskan para pendahulu republik Indonesia. Menjawab pertanyaan seberapa penting organisasi mahasiswa terdapat  berbagai metode. Dalam kesempatan ini penulis mencoba menggunakan 3 pisau analisa singkat, yang pertama secara yuridis, filosofis, dan terakhir sosiologis.

Secara yuridis ( peraturan Perundang-undangan ) organisasi mahasiswa telah memiliki payung hukum yang menjamin keberadannya yaitu PP NO. 60 tahun 1999 tt Perguruan Tinggi yang kemudian secara teknis dilindungi Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia NOMOR 155 /U/1998. Banyak hal yang dijelaskan dalam peraturan tersebut baik kedudukun, fungsi, tanggung jawab, hingga mengenai persoalaan pendanaan yang dapat berasal dari kampus atau sumber lain yang tidak bertentangan dengan peraturan Perundang-undangan. Hal ini berakibat bahwa secara konstitusional organisasi mahasiswa di akui dan memiliki hak-hak serta kewajiban yang melekat sesuai peraturan tersebut.

Metode kedua yaitu pembedahan secara filosofis, persoalan fakta sejarah bahwa mahasiswa melalui organisasinya telah berkontribusi dalam pengawalan proses perubahan bangsa rasanya tak perlu banyak kita bahas. Penulis justru ingin mengemukakan apa yang dicetuskan oleh Paulo Freire (1921-1997) salah seorang tokoh pendidikan asal Amerika Latin. Paulo freire dalam konsepnya berusaha merubah sistem pendidikan gaya Bank yang banyak diterapkan di banyak negara maju (lebih lanjut silakan cari tt Pailo Freire) menuju sistem pembelajaran pemecahan masalah. Bahwa sistem pendidikan dimana pengajar lebih tau, pembelajaran hanya proses transfer ilmu dan pembelajaran teks book sangatlah tidak cocok dengan Negara-negara berkembang. Hal ini dikarenakan metode tersebut cenderung menciptakan pola pikir yang mekanis dan memposisikan diri menjadi tenaga kerja siap pakai. Seharusnya sistem pendidikan yang dibangun juga melibatkan peserta didik sebagai bagian pokok ( subjek pembelajaran ) yang memiliki peran yang sama dalam ruang pendidikan. Dan hal yang dibicarakan dalam kelas haruslah mengenai persoalan terdekat dari peserta didik. Dengan melihat hal tersebut jelaslah ormawa merupakan lingkungan yang sesuai menurut konsep poulo freire dimana kita belajar langsung mengenau tata kelola administrasi, manajemen organisasi, manajemen konflik, yang kemudian menciptakan mental dan jiwa organisasi yang kuat.

Pisau analisa terakhir yaitu pembedahan secara sosiologis atau kemanfatan untuk masyarakat banyak. Menilik kembali pada landasan operasional Organisasi mahasiswa yaitu Tri Dharma perguruan tinggi dalam poin tiga kita temukan “pengabdian masyarakat”, kemudian hal inilah yang menjadi ruh dalam proses penyusunan program-program kerja organisasi. Maka banyak kita temukan di berbagai organisasi yang memasukan program pengabdian masyarakat bahkan membentuk divisi khusus di dalamnya. Mungkin persoalannya kemudian seperti apa bentuk pengabdian tersebut apakah telah mencapai tahapan pemberdayaan berkelanjutan atau masih bersifat sporadik “datang –tinggal - kembali tahun depan”.

Terlepas dari argumen apapun yang kita bangun mengenai pentingnya organisasi mahasiswa, rasanya kritik otokritik tetap perlu dilakukan guna mengukur tahapan kerja-kerja organisasi yang telah kita lakukan, seberapa besar manfaat yang telah kita lakukan bagi mahasiswa, kampus, bahkan Bangsa dan Negara. Seberapa sering kita turun dalam persoalan realitas kehidupan di sekitar kita, anak putus sekolah, penggusuran, teknologi pertanian, kurang gizi dan berbagai persoalan dekat lainnya. Atau mungkin kita masih masih berkutat pada konflik-konflik internal yang melelahkan belum juga melakukan komunikasi, kordinasi, bahkan konsolidasi.

 

Manfaat Berorganisasi Bagi Mahasiswa

Beberapa manfaat berorganisasi bagi mahasiswa, yaitu:

1.      Memperluas pergaulan

2.      Meningkatkan wawasan/pengetahuan

3.      Membentuk pola pikir yang lebih baik

4.      Menjadi kuat dalam menghadapi tekanan

5.      Meningkatkan kemampuan berkomunikasi

6.      Melatih leadership (kepemimpinan)

7.      Belajar mengatur waktu

8.      Memperluas jaringan (networking)

9.      Mengasah kemampuan social

10.  Ajang latihan dunia kerja yang sesungguhnya

 

Tips agar organisasi bermanfaat

Beberapa tips bisa Anda jadikan pegangan dalam memilih organisasi, agar organisasi itu sesuai dan bermanfaat bagi Anda, antara lain:

1.      Lihat visi dan misi organisasi itu

2.      Pelajari jenis kegiatan yang dilakukan. Apakah sesuai dengan minat, kemampuan dan waktu luang Anda?

3.      Posisi apa saja yang ada dalam organisasi itu. Sesuaikan posisi yang Anda inginkan. Pelajari kemungkinan Anda menduduki posisi itu.

4.      Setelah bergabung tunaikan hak dan kewajiban Anda dengan bersemangat. Coba paling tidak 3 bulan

5.      Jika selama 3 bulan Anda merasakan manfaatnya maka teruskan, dan jika tidak bermanfaat segeralah mundur dan cari organisasi lain yang lebih sesuai.

 

Manfaat Ikut Organisasi Mahasiswa di Kampus

Dengan mengikuti organisasi mahasiswa, manfaatnya banyak sekali untuk masa depan kamu. Dengan catatan, kamu berperan sebagai partisipan aktif, bukan sebagai anggota yang sekedar terdaftar namanya saja dan jarang mengikuti kegiatan yang diadakan. Kalau hanya namanya yang terdaftar, kamu akan melewatkan kesempatan-kesempatan untuk mempelajari soft skills yang nantinya berguna di dunia kerja. Lalu kalau ikut, keuntungan apa yang kamu peroleh? Soft skills seperti apa yang dapat kamu pelajari? Apa manfaatnya di dunia kerja nanti? Nah di bawah ini dijelaskan beberapa diantaranya:

1.      Melatih Leadership

Ketika ikut organisasi, pastinya akan ada banyak hal yang harus kamu urus seperti acara-acara organisasi, yang tentunya melibatkan banyak orang, baik itu sesama mahasiswa anggota organisasi ataupun orang-orang di luar organisasi. Mahasiswa yang ikut organisasi kampus umumnya memiliki sikap dan karakter yang lebih aktif dibanding mereka yang tidak ikut organisasi. Mereka lebih banyak terlatih dalam mengutarakan pendapat di hadapan orang lain ataupun menggerakkan dan mengarahkan teman-teman sesama anggota ketika organisasi sedang mengadakan suatu acara. Jika saat ini belum terbayang seperti apa rasanya mengarahkan teman-teman sendiri, jika nanti sudah berpartisipasi dalam organisasi, sadar atau tidak sadar, kamu akan terperangah bahwa sesungguhnya kamu mampu melakukannya. Di dunia kerja, keterampilan leadership ini pasti bermanfaat sekali. Seringkali di lowongan-lowongan kerja memasukkan leadership sebagai salah satu kriteria untuk calon karyawan barunya, meskipun untuk posisi level staf yang sebenarnya tidak memiliki bawahan. Kamu yang mengikuti organisasi mahasiswa dipandang lebih memiliki inisiatif serta dapat memotivasi dan mengarahkan diri sendiri dan rekan dalam bekerja. Atasan juga lebih senang karena tidak harus mengarahkan kamu terus menerus.

 

2.      Belajar Mengatur Waktu

Dengan ikut organisasi, memang waktu yang biasa kamu gunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas akan berkurang. Sementara itu, kuantitas tugas kuliah tetap sama saja antara kamu yang ikut organisasi dan teman-teman lain yang tidak ikut organisasi. Agar keduanya dapat berjalan sama-sama lancar dan tidak ada yang terbengkalai, manajemen waktu yang baik mutlak harus kamu lakukan. Mungkin pada awalnya, kamu akan sedikit kewalahan membagi waktu untuk kuliah dan organisasi. Tapi, lama-lama kamu akan semakin terbiasa. Selanjutnya, kebiasaan ini dapat terus terbawa sepanjang sisa hidup kamu. Setelah bekerja di kantor nanti, kamu akan lebih terlatih dalam mengelola tugas-tugas yang jumlahnya tidak sedikit dan menetapkan prioritas tugas mana yang harus lebih dulu dikerjakan.

 

3.      Memperluas Jaringan atau Networking

Di dalam organisasi akan banyak orang baru yang kamu kenal. Teman-teman mahasiswa seangkatan, senior, mahasiswa dari jurusan lain, orang lain atau praktisi di bidang organisasi atau jurusan yang kamu pilih, dan sebagainya. Mereka ini (bisa juga disebut sebagai jaringan) jangan diremehkan, karena merupakan aspek yang penting, terutama bagi fresh graduate dan mereka yang sedang mencari pekerjaan. Dari mereka, kamu akan dapat memperoleh informasi mengenai lowongan pekerjaan. Entah itu dari kantor tempat mereka bekerja atau dari informasi yang mereka miliki. Dan menurut kebiasaan di berbagai perusahaan, rekomendasi kandidat dari karyawan yang sudah bekerja di perusahaan tersebut biasanya prosesnya bisa lebih cepat, karena mereka telah memiliki gambaran dari karyawan dalam tersebut mengenai kamu sebagai calon karyawan baru.

 

4.      Mengasah Kemampuan Sosial

Mereka yang tergabung dalam organisasi, umumnya secara sosial juga lebih aktif dibanding mereka yang tidak ikut organisasi. Jika ikut organisasi, kamu juga akan terlatih berinteraksi dengan berbagai macam tipe orang. Tidak hanya teman-teman satu jurusan, tapi juga dengan teman-teman dari program studi yang lain. Dengan ini, tentu akan semakin memperluas pemahaman kamu akan berbagai karakteristik orang. Sesuai pengetahuan umum, manusia adalah individu unik. Semakin luas pergaulan kamu, maka pemahaman kamu akan manusia dapat semakin kaya. Saat bekerja nanti, keterampilan ini akan sangat membantu. Kamu akan lebih berpengalaman berinteraksi dengan berbagai karakter rekan kerja, sehingga nantinya akan memudahkan kinerjanya kamu.

 

5.      Problem Solving dan Manajemen Konflik

Banyak berinteraksi dengan orang dengan berbagai karakteristiknya, merupakan hal yang lumrah jika satu atau dua kali terlibat konflik dengan mereka. Demikian juga di dunia kerja, di mana deadline yang mendesak, rekan kerja yang kurang kooperatif atau sukanya menjatuhkan rekan kerja di depan atasan, dan lainnya yang rentan menimbulkan konflik. Jika sudah terbiasa mengatasi masalah dan konflik, kamu tidak akan kaget lagi dan sudah terbayang hal-hal yang sebaiknya dilakukan untuk menyelesaikan masalah agar tidak sampai menurunkan perfoma kerja.

 

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa organisasi mahasiswa berperan sebagai ajang simulasi atau latihan dunia kerja yang sesungguhnya. Hal ini disebabkan karena bangku sekolah atau perkuliahan tidak mengajari kemampuan-kemampuan yang tergolong soft skills seperti ini. Saat berada di dalam kelas, kita sebatas mendapat pengetahuan teknis akan suatu disiplin ilmu. Di buku-buku teks yang banyak dijual di pasaran sebenarnya banyak mencantumkan teori-teori dan tips-tips praktis mengenai soft skills ini. Namun jika tidak dipraktekkan ke dalam bentuk perbuatan nyata atau benar-benar melakukannya, ya sama saja nihil. Karena berkaitan dengan soft skills ini, ada perbedaan mendasar antara tahu teori dan mampu mempraktekkannya ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di kantor. Berdasarkan pengalaman para recruiter perusahaan, seringkali memiliki riwayat organisasi memang merupakan nilai tambah bagi calon pegawai baru. Seperti poin-poin mengenai manfaat organisasi di atas, kebanyakan perusahaan berpendapat bahwa calon pegawai yang memiliki pengalaman organisasi lebih terlatih jiwa kepemimpinannya, memiliki manajemen waktu yang lebih baik, jaringannya yang lebih luas, keterampilan interpersonalnya juga lebih baik, serta pemilihan solusi dan pemecahan masalah yang lebih baik dan lebih terlatih menyelesaikan konflik jika dibanding mereka yang tidak memiliki pengalaman organisasi.